aku merinding
kupungut satu satu
debu yang menderai,
akan kukuaskan pada kanvas:
karena di situlah
wajahku sesungguhnya;
duli di Kaki KemahabesaranMu
Pada dinding yang menjarakkan aku dan Mu;
kutulis: Betapa aku telah sombong
kutulis: Betapa aku telah sombong
merasa telah mengenalMU......
