RAJA ANONIMUS RAKUS
by/Oce Satria
Di puncak tahta raja kardus
merubung anak anak tua ambisius serupa Brutus
Di sebelah lain,
membungkuk bapak bapak milenial rakus berakal bulus
Di sebelah lain yang agak tersembunyi,
bergerombol tukang-tukang reka peristiwa dan gaya,
menyusun halusinasi prestisius
demi menampilkan sosok raja kardus berkesan tulus,
Hahh...!! Tulus, wedhuss...!
Nun di bagian agak keluar,
berbaris pengolah kata dengan seonggok robot
mengelus raja kardus
membius yang dungu
dan mudah dikibus
hoaxnya beranak pinak,
beranak pinak,
beranak pinak dan
jadilah kebenaran primus,
dan menulis, "dialah e pluribus unum"
Lalu sampai di berandamu,
lalu engkau seperti kerbau dungu,
mendengus pun kau tak lagi mampu.
Di pojok lain istana raja kardus,
masih ada sekumpulan anonimus,
Tahukah engkau apa itu anonimus?
Merekalah penguasa di atas penguasa,
raja diraja,
pemilik kata putus.
Jangan kau minta aku mensketsa wajahnya,
sebab mereka tak benar-benar memiliki wajah
sebab di segala tempat dan waktu mereka menjadi ujud yang kompositus.
Sekarang bukan waktunya menyusun yel yel
sebab tak mampu lagi kutebak mana firdaus mana
ikuti saja Horace, "carpe diem!"
Ya, aku tak tahu sampai kapan
kemahadunguan bertahta
sebab aku hanya pendengus
Aku masih menunggu raja kardus bersabda:
"Alea jacta est!"
Tapi entah,
bukankah dia milik para anonimus?
2020 Masehi
*PojokkotaPSBM*
