SETAHUN penuh kita telah dihajar corona, si makhota itu. Kita menanggungkan sakit, berhenti dari pekerjaaan, pengurangan gaji, gaji dicicil dikit dikit, orderan disetop, pesanan berhenti, penawaran seret, aktifitas terhambat hingga ketidakadilan yang dipertontonkan yang membuat jantung perih. Benar-benar parah.
Semua merasakan (dari masing-masing aspek) berat atau teramat berat.
Tapi, nyatanya kita hari ini masih hidup, tegak. Ajaib.
Semula, karena pandemi, kita meramal: rasa diri tak akan sanggup melewati. Mau mampus rasanya. Seperti tengah berada dalam kiamat kecil. Nyatanya, terlewati juga meski tak mengenakkan dan pandemi belum berakhir. Rezeki datang dari arah mana saja. Besar atau kecil. Tuhan menepati janjinya. Semua - 100% - karena kasih sayang Allah.
Maha Benar Allah dengan Segala FirmanNya.
