JEMBATAN PANJANG 832002 KILOMETER



   / Oce

Merekat kembali
ingatan sejarah kanak-kanak
/
betapa tak cukup
langit menangkup warna-warni
/
termangu seperti
hari membiarkan
/
hujan dan kemarau
datang dan pergi
/
sesuka hati

//
Kita telah
menyaksikan bulan merah jambu
 /
di ujung jembatan
dari tanah ibunda
/
disaput kelumit
awan putih malu-malu
/
diam menghampar
di sisi beranda

//

Pernah kutuliskan
pengharapan
/
meminta engkau
singgah di bumi ketiadaanku
/
dan engkau melarikkan ragu

//

“Kurasa aku
terlalu naïf,"
/
begitu aku
merutuk sesal

//

Tetapi sesekali engkau tumpahkan gerimis
/
memekarkan bunga
/
dan lalu
berhari-hari kemarau
/
 menghantarkan nelangsa

//

Akukah yang
gamang 
/
ataukah engkau yang memendam
/
asa dalam ragu
/
entahlah

//

Berpuluh purnama
berlalu
/
aku 
/
dan engkau
ditakdirkan bersua
/
di ujung jembatan

//

Hari itu kita memulai, seperti dermaga
menunggu kapal melempar jangkar
/
di laut lepas
kita bakal bertarung
/
merebut cinta
/
tanpa malu-malu


*8 Maret 2002-2019