Melerai Aku

 MELERAI AKU
/Oce

Dalam aku kusimpan berpuluh puluh aku.
aku aku yang menyimpan bejibun beban pertanyaan. 

aku aku yang memelihara semua hal; hal baik, jahat, kesesatan, maksiat, risau, senang, iri dengki, kesombongan, kerendahdirian, introvert, malu dan halu.

aku aku yang berebut menguasai bibir lidah dan gigi lalu bicara tanpa makna.
aku aku yang bergeduru menjajah jari jari lalu menulis tanpa tapis.

seseorang aku lainnya di dalam aku sering berbisik, "Tinggalkan saja dunia, tak perlu kau tahu semua hal, tak perlu kau hunus keingintahuan dengan membaca semua hal, menyaksikan segala rupa. Berdiam dirilah dalam heningmu. Sampai kau tahu bahwa bukan dunia yang merinduimu, tapi Dia, Dia yang yang telah mengirimmu ke sini. RinduNya padamu tak bertakar tapi engkau selalu saja ingkar. Sementara sahabat sahabatmu telah berpulang satu persatu. Dan kau sendiri telah berbilang tahun ringkih  menanggungkan virus."

Aku yang mendengar aku aku di dalam aku saling beradu kebenaran, lemas lejar. 

Kurendahkan saja keningku dari tumitku. Sungkur dalam syukur.

UltimoOkto24